Trauma Thoraks
Prinsip umum penanganan trauma adalah:
* Early Management ( penanganan awal )
• Primaryassessment ( penilaian pertama ) dan resusitasi bila diperlukan
• Secondaryassessment ( penilaian kedua )
* On Going Evaluation ( evaluasi kemudian )
• Tertiary assessment ( penilaian ketiga )
* Early Management ( penanganan awal )
• Primaryassessment ( penilaian pertama ) dan resusitasi bila diperlukan
• Secondaryassessment ( penilaian kedua )
* On Going Evaluation ( evaluasi kemudian )
• Tertiary assessment ( penilaian ketiga )
Patofisiologi
Proses bernafas masuknya udara melalui jalan nafas ke paru- paru yang kemudian didistribusikan keseluruh alveoli. Di paru-paru akan terjadi proses difusi dengan terjadinya pertukaran gas O2 dan C02 melalui akan terjadi proses pertukaran ditingkat jaringan ( perfusi ). Bila terjadi gangguan pada ventilasi, perfusi maka akan terjadi kekurangan O2 di jaringan ( hipoksia ) atau penumpukkan CO di dalam darah ( hiperkarbia ). Dampak yang terjadi paska trauma thoraks dapat berupa hipoksia, hiperkarbia dan asidosis. Kolapsnya paru ( pneumotoraks, hematotoraks ) dan kontusio paru menyebabkan O2 kurang ke jaringan sehingga terjadi hipoksia jaringan. Sedangkan hematotoraksmasif akan menyebabkan terjadinya syok hipovolemik yang juga menyebabkan hipoksia jaringan. Selain itu akan terjadi asidosis metabolik yang disebabkan karena perfusi jaringan yang menurun.
Trauma toraks yg menyebabkan ancaman kematian adalah
• Tension pneumotoraks
• Tamponade jantung
• Hematotoraks masif
• Flail chest
Tension Pneumotoraks
Adalah terkumpulnya udara secara progresif di rongga pleura, biasanya disebabkan karena adanya laserasi paru yang menyebabkan udara mengalir masuk kerongga pleura dan tidak bisa keluar. Tekanan positif menyebabkan ventilasi seperti pada efek satu katup ( mekanisme ventil ), sehingga paru akan kolaps.
Gambar. Pneumotoraks
Gambar. Tension pneumotoraks
Tamponade Jantung
Hemopericardium, rongga intra pericardium terisi darah menyebabkan perikardium kaku tegang sehingga terjadi gangguan gerakan jantung. Terjadi bendungan vena yang masuk me jantung ( v. Jugularis distensi ), bunyi jantung redup, kardiak output turun karena jantung kurang isinya, tekanan darah turun, ketiganya disebut TRIAS BECK.
Tindakan perikardiostomi ( dekompersi dengan penusukkan jarum besar/abocath 14-16F dgn spuit, pada ujung proc. Xiphoideus arah ujung scapula kiri 45°, hati-hati bedakan darah intraperikardium atau dari dalam jantung, pasang EKG monitor ).
Gambar. Tamponade jantung
Hematotoraks Masif
Perdarahan dalam jumlah banyak yg memenuhi rongga pleura akibat laserasi paru atau robeknya mamaria interna atau a/v interkostalis pasca trauma. Paru kolaps yg menyebabkan hipoksia. Perdarahan dapat diketahui dari tanda syok hipovemik klas III/IV dan anemis.
a. Tindakan : Pasang chest tubetorakostomi dengan water seal drainase ( WSD ), bila perdarahan > 200 cc/jam ( dalam 2-3 jam pertama ) indikasi torakotomi penghentian Sumber perdarahan. Bila terdapat perdarahan intra pleura > 1500 cc dapat menyebabkan hipoksia berat.
b. Terapi awal : berikan infus kristaloid seperti penanganan syok hemorhagik dan kemudian lakukan transfusi darah setelah pemasangan drain chest ( chest tube )
c. Terapi definitif : torakostomi untuk menghentikan Sumber perdarahan.
Gambar. Hematotoraks masif
Flail chest
Fraktur dengan lebih dari 2 tulang kosta dan terdapat 2 garis fraktur ( segmental ), menyebabkan gerakan paradoksal, nafas cepat, nyeri, dapat disertai pneumotoraks, hematotoraks, kontusio paru. Sering dengan distress pernafasan. Kenali klinis, penanganan kemungkinan intubasi dan memerlukan pemasangan ventilator, pemasangan chest tube, analgetik baik. Pernafasan parakdosal mungkin tidak tampak secara klinis karena dinding toraks yang tebal, karena letek fraktur di posterior atau karena terjadi tension pneumotoraks atau hematotoraks masif.
Gambar. Flail chest
Rangkuman
• Trauma toraks dapat mengancam jiwa dengan permasalahan ~ perlu prioritas setelah airway problem teratasi.
• Trauma toraks disertai trauma lain ( trauma ganda ) meningkatkan kemungkinan kematian.
• Penanganan pertama penting terutama needle thoracostomy, pericardiocentesis, pemasangan thoracic tube/drain.
Semoga apa yg dibaca di atas bermanfaat bagi pembaca dan juga sebagai penulis.....
THANKS SOBAT....





No comments:
Post a Comment